Senin, 23 Februari 2015

Ogoh-ogoh Tahun Baru Caka 1937


Pembuatan Ogoh-ogoh di wilayah Desa Pakraman Anturan khususnya lagi di Banjar Adat Munduk kembali Bergeliat



Pernahkah Kalian membayangkan jika dunia ini "diistirahatkan" sejenak??? DI'ISTIRAHATKAN??? maksudnya bukan berarti dunia itu harus berhenti berputar. Maksudnya adalah jika manusia di dunia ini berhenti beraktifitas atau bekerja sejenak cukup 1 hari saja. Maka apa yang akan terjadi??? yaah pastinya kita dapat menghemat segala macam Energi, mengurangi polusi udara seperti asapkendaraan dan pabrik-pabrik industri. 

Namun hal seperti itu dapat diwujudkan di bali lewat perayaan hari raya NYEPI yang tepat jatuh di hari ini. Perlu kalian tahu saya ini mengetik postingan ini Di hari raya nyepi loh. Rasanya itu tenang, damai dan tentunya Nyaman banget.




ini salah satu karya ogoh-ogoh dari : Kadek Suartana dan Ketut Samson yang tahun ini sayang sekali tidak bisa menyalurkan bakat seninya kembali :(


Ogoh-Ogoh dibuat untuk Mengusir para butha kalla agar tidak mengganggu ketentraman masyarakat dibali dalam melaksanakan Nyepi. Biasanya Pawai Ogoh-Ogoh dilaksanakan sehari sebelum nyepi tepat setelah tawur agung yang dilaksanakan di desa selesai. Ogoh-Ogoh akan diarak keliling desa dengan di gotong oleh banyak orang. Inilah yang Membuat perayaan Nyepi menjadi unik sehingga menyita perhatian dunia. Dalam pembuatan Ogoh-Ogoh ini menuntut kreativitas dari para pemuda dan pemudi dibali untuk membuat ogoh-ogoh yang sebagus mungkin dan juga harus seseram mungkin menyerupai bhuta kala. Ada juga Ogoh-ogoh dibuatkan sebuah perlombaan agar mendongkrak semangat para muda-mudi dibali dalam membuatnya. biaya 1 ogoh-ogoh dapat menghabiskan biaya dari 1-10 juta Woow lumayan juga ya, Namun dana tersebut diambil  dari iuran atau sumbangan para warga desa secara suka rela. Yaah Setahun sekali kan tidak apa-apa untuk menyumbang dana ogoh-ogoh. Setelah Ogoh-Ogoh selesai diarak keliling desa maka akan dibawa ke tempat pembakaran untuk dibakar bersama-sama. Dalam filosofinya untuk mengusir para butha kala.

Salut sama Ketua STT Yowana Syandana Made Teguh Pribadi yang begitu bersemangat mengatur setiap kegiatan dari awal pembuatan ogoh-ogoh sampe berakhirnya pengarakan ogoh-ogoh tidak pernah mengenal kata lelah ( 'apa madan kenjel ???') seperti pepatah paman beliau hehehee, sing nto ulian jomblo i cunguh wkwkwkw :p


 

Inilah Ogoh - Ogoh dari STT Yowana Syandana Banjar Dinas Munduk Desa Anturan


 sekian postingan ini kami buat mohon maaf jika ada kesalahan . matur suksema 



salam MHC !!!

salam STT Yowana Syandana !!!

salam Banjar Munduk !!!