Pembuatan Ogoh-ogoh di wilayah Desa Pakraman Anturan khususnya lagi di Banjar Adat Munduk kembali Bergeliat
Pernahkah Kalian membayangkan jika dunia ini "diistirahatkan"
sejenak??? DI'ISTIRAHATKAN??? maksudnya bukan berarti dunia itu harus
berhenti berputar. Maksudnya adalah jika manusia di dunia ini berhenti
beraktifitas atau bekerja sejenak cukup 1 hari saja. Maka apa yang akan
terjadi??? yaah pastinya kita dapat menghemat segala macam Energi,
mengurangi polusi udara seperti asapkendaraan dan pabrik-pabrik
industri.
Namun hal seperti itu dapat diwujudkan di bali lewat perayaan hari raya NYEPI yang tepat jatuh di hari ini. Perlu kalian tahu saya ini mengetik postingan ini Di hari raya nyepi loh. Rasanya itu tenang, damai dan tentunya Nyaman banget.
ini salah satu karya ogoh-ogoh dari :
Kadek Suartana dan
Ketut Samson yang tahun ini sayang sekali tidak bisa menyalurkan bakat seninya kembali :(
Ogoh-Ogoh dibuat untuk Mengusir
para butha kalla agar tidak mengganggu ketentraman masyarakat dibali
dalam melaksanakan Nyepi. Biasanya Pawai Ogoh-Ogoh dilaksanakan sehari
sebelum nyepi tepat setelah tawur agung yang dilaksanakan di desa
selesai. Ogoh-Ogoh akan diarak keliling desa dengan di gotong oleh
banyak orang. Inilah yang Membuat perayaan Nyepi menjadi unik sehingga
menyita perhatian dunia. Dalam pembuatan Ogoh-Ogoh ini menuntut
kreativitas dari para pemuda dan pemudi dibali untuk membuat ogoh-ogoh
yang sebagus mungkin dan juga harus seseram mungkin menyerupai bhuta
kala. Ada juga Ogoh-ogoh dibuatkan sebuah perlombaan agar mendongkrak
semangat para muda-mudi dibali dalam membuatnya. biaya 1 ogoh-ogoh dapat
menghabiskan biaya dari 1-10 juta Woow lumayan juga ya, Namun dana
tersebut diambil dari iuran atau sumbangan para warga desa secara suka
rela. Yaah Setahun sekali kan tidak apa-apa untuk menyumbang dana
ogoh-ogoh. Setelah Ogoh-Ogoh selesai diarak keliling desa maka akan
dibawa ke tempat pembakaran untuk dibakar bersama-sama. Dalam
filosofinya untuk mengusir para butha kala.
Salut sama Ketua STT Yowana Syandana Made Teguh Pribadi yang begitu bersemangat mengatur setiap kegiatan dari awal pembuatan ogoh-ogoh sampe berakhirnya pengarakan ogoh-ogoh tidak pernah mengenal kata lelah ( 'apa madan kenjel ???') seperti pepatah paman beliau hehehee, sing nto ulian jomblo i cunguh wkwkwkw :p
Inilah Ogoh - Ogoh dari STT Yowana Syandana Banjar Dinas Munduk Desa Anturan
sekian postingan ini kami buat mohon maaf jika ada kesalahan . matur suksema
salam MHC !!!
salam STT Yowana Syandana !!!
salam Banjar Munduk !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar